Mengalahkan Diri Sendiri

Pandemi ini memang luar biasa. Mulut tertutup masker, gerak manusia dibatasi, lebih banyak di rumah saja, berita duka datang silih berganti, semua pemberitaan adalah situasi yang memburuk dari hari ke hari. Ditambah lagi berita hoax yang simpang siur tak terkendali. Saling menyalahkan antara berbagai pihak juga terjadi. Saat semua itu masuk dalam pikiran, yang ada hanya pening, pusing, takut, cemas dan perasaan tidak nyaman lainnya. Bercanda di grup WA pun terasa garing. Karena setelah bercanda, datang lagi rasa tak nyaman.
Saat seperti ini, yang bisa dilakukan hanya berusaha, berdoa sambil tafakur. Berpikir tentang bagaimana mengatasi situasi buruk ini. Lama kelamaan banyak bemunculan sebuah kesadaran diri bahwa pandemi yang berkepanjangan ini tidak sepenuhnya buruk. Ada sebuah hikmah luar biasa yang memaksa kita keluar dari zona nyaman. Dituntut sebuah usaha untuk memikirkan cara agar tetap sehat sekaligus tetap bekerja. Ada usaha untuk mengalahkan diri sendiri agar tidak terlarut dalam keputusasaan dan kepasrahan yang negatif.
Meskipun masih banyak kalimat seperti, "Kalau PPKM terus mau makan apa, toh pemerintah tidak memberi bantuan." Kenyataannya semua pihak tetap bisa bertahan dalam deraan masalah kesehatan dan ekonomi. Mulut mengomel tapi tangan dan kaki tetap berusaha biar tetap makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Petani tetap mencangkul, pedagang tetap berjualan, sopir tetap narik angkot meskipun saat didekati mereka akan berkeluh kesah panjang lebar. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki insting untuk bertahan meskipun berada pada titik terendah dalam hidupnya.
Namun tidak jarang juga yang suka memperkeruh suasana. Menyebarkan hoax sana sini. Komen negatif pada postingan di medsos. Entah apa yang mereka dapatkan dengan memancing di air keruh seperti itu. Mungkin kepuasaan sesaat karena bisa melampiaskan emosi akibat tidak mampu mengatasi masalah. 
Terlepas dari itu semua, sebuah pelajaran berharga dari kondisi buruk ini adalah terbukanya kesempatan untuk latihan mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan egoisme dan rasa ingin menang sendiri. Mengalahkan keinginan untuk hidup nyaman serba ada tanpa memperdulikan kondisi sekitar. Mengalahkan rasa kemapanan tanpa usaha yang berarti tanpa melihat orang yang harus bersusah payah sepanjang hari. 
Ini hanya sekedar kegelisahan yang berputar-putar dalam diri penulis. 
Kebenarannya sendiri hanya Allah yang tahu. Wallohu a'lam.
😐😐😐

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Happy April

Let's Start Again

Let's Start